Bagaimana Perjuangan Masyithoh Meraih Beasiswa LPDP Untuk Kuliah di University of Birmingham

Kali ini tim Inspira Book berkesempatan untuk interview dengan salah satu teman kita yang sedang menempuh Master di  University of Birmingham, United Kingdom. Namanya mbak Masyithoh, dulu S1 nya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Nah, gimana ceritanya bisa kuliah Master di Inggris? Bagaimana ia beradaptasi dengan lingkungan baru di Inggris? Bagaimana ia bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah disana?

Yuk simak interview kita bareng mbak Masyithoh berikut ini.




Halo, Mbak Masyithoh. Biar bisa mengenal lebih dekat, bisakah diceritakan tentang profil diri Anda? Baik nama, kota asal, nama kampus serta jurusan yang diambil saat kuliah, tempat tinggal selama di Birmingham. 


Halo! Nama panjang Saya Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri, panjang sekali ya hehehe. Biasa dipanggil Masyithoh atau Nisa. Asal campuran Jogja-Ambon tapi dari lahir di Jogja, jadi ya bisa dibilang orang Jogja saat ini. Saat ini sedang menempuh studi Master di University of Birmingham, Master of International Security. Alamat rumah di 160 Hubert Road, Birmingham, West Midlands, United Kingdom B29 6ER. Ditunggu kedatangan teman-teman kesini ya!


Lalu, apakah kuliah di kampus tersebut melalui beasiswa? Bagaimana proses awal dari mengetahui informasi kuliah di Birmingham, penyeleksian, persiapan bahasa, berkas-berkas, sampai bisa diterima kuliah disana?

Alhamdulillah, Saya berkesempatan menempuh program S2 melalui program beasiswa sepenuhnya dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Untuk semua informasi kampus maupun beasiswa LPDP, Saya selalu mencari info sendiri, misal browsing tentang list universitas terbaik di United Kingdom atau mencari berdasarkan bidang studi yang Saya cari, di bidang Ilmu Sosial atau HI pada khususnya.

Proses sampai masuk kuliah bulan September 2014 kemarin ini dimulai sejak November 2013. Persiapan yang Saya lakukan seperti : kursus & tes IELTS, menyiapkan dokumen berupa referensi dari dosen sewaktu kuliah S1, membuat essay tentang Study Objective atau Personal Statement bagi Universitas tujuan.


Selama pendaftaran tersebut, hal apa yang paling menantang menurut Mbak Masyithoh? 

Hal yang paling menantang adalah fase awal tes IELTS karena biaya tes yang lumayan tinggi, jadi merasa ada beban kalau sampai tidak lolos. Pada umumnya, kampus di UK mensyaratkan IELTS minimal 6,5 untuk overall band. Walaupun ada juga yang mensyaratkan IELTS 7 seperti Oxford dan Cambridge.

Namun, alhamdulillah University of Birmingham mensyaratkan IELTS 6,5. Di samping itu, IELTS sangat beda dengan TOEFL test yang sering kita lakukan. Tapi insyaallah kalau kita sudah yakin dan melakukan usaha yang terbaik, hasil terbaik pun akan mengikuti.




Saat memilih tempat kuliah, apakah Mbak Masyithoh memilih berdasarkan negaranya dulu, berdasarkan jurusannya dulu, atau berdasarkan kesempatan beasiswanya dulu, atau ada hal lain?

Dulu Saya melakukan pencarian kampus berdasarkan bidang studi terlebih dahulu. Waktu itu Saya juga diterima di 2 universitas lain di UK namun bidang studinya masih HI secara general, sedangkan Saya ingin mencari studi yang lebih spesifik yaitu mengenai keamanan dan perdamaian, maka Saya putuskan untuk memilih University of Birmingham.

Untuk pilihan negara, Saya memilih UK karena proses pendaftaran, aplikasi, dan adminsitratif lain cenderung lebih mudah bila dibandingkan dengan negara lain. Tapi mungkin setiap orang memiliki preferensinya masing-masing. Kalau Saya memilih UK karena UK adalah salah satu negara dengan asas toleransi yang tinggi, itulah kenapa Saya sangat tertarik menempuh pendidikan disini.

Sebelum akhirnya memilih University of Birmingham, Saya juga apply ke beberapa universitas lain di UK (total 5 universitas), dan akhirnya pilihan akhir adalah di University of Birmingham. Saya melakukan aplikasi sekolah dan beasiswa bersamaan. Saat itu LPDP membuka kesempatan untuk aplikasi beasiswa dan Saya masukkan berkas-berkasnya sembari menunggu Letter of Acceptance (LoA) dari University of Birmingham.


Tentang bidang studi yang sudah Anda ambil, mengapa memilih jurusan tersebut? Peluang apa yang Anda lihat di masa depan sehingga mantap untuk memilih jurusan yang sudah diambil?

Saya lulus dari Jurusan Ilmu Hubungan internasional (HI). Sejak kuliah di HI, Saya selalu tertarik dengan pembahasan dan masalah lain terkait interaksi bidang hubungan diplomatik antar negara di dunia. Indonesia adalah negara yang memiliki posisi strategis di dunia, dan juga didukung dengan sumber daya yang melimpah.

Namun kenyataannya, masih memiliki bargaining position yang belum terlalu kuat di bidang state to state diplomacy. Saya ingin terlibat langsung dalam proses tersebut dengan berkarier melalui bidang akademisi ataupun praktisi. Terlebih, jumlah perempuan yang terlibat dalam proses ini mungkin masih dibilang sedikit jika dibanding pria. Namun, salah satu hal yang membanggakan adalah ketika saat ini kita memiliki seorang Menteri Luar Negeri perempuan pertama yaitu Ibu Retno. Saya sangat tertarik dengan isu di bidang keamanan (security) dan perdamaian (peace).

Syukur alhamdulillah, Saya mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah event di NATO dan EU Headquarter di Brussels, Belgium besok Januari bersama 33 rekan dari berbagai negara dari University of Birmingham. Saya rasa ini salah satu wujud tindakan nyata yang bisa Saya lakukan saat ini. Belajar dari strategi keamanan dan kebijakan yang diambil negara maju di Eropa sehingga nantinya dapat disaring dan diaplikasikan di Indonesia di masa depan.


Bagaimana Mbak Masyithoh bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, teman-teman baru, system pendidikan yang baru, di tempat kuliah? Atau, ketika Mbak Masyithoh menemui kesulitan, kemana Anda akan mencari bantuan?

Birmingham merupakan salah satu kota di UK dengan populasi WNI yang lumayan tinggi, jadi alhamdulillah Saya memiliki banyak saudara baru yaitu rekan-rekan yang sedang sama-sama menempuh pendidikan Master atau Doktor disini.





Di samping itu, banyak juga WNA dari berbagai negara di University of Birmingham. Saya sangat senang bisa bergaul dengan banyak sahabat baru dari berbagai belahan dunia seperti Eropa, Amerika, Afrika, dan juga negara lain. Saya berprinsip bahwa ketika kita berada di luar negeri, kita bertugas sebagai “duta” untuk membawa nama baik Indonesia. Oleh karena itu, Saya selalu mencoba membangun interaksi yang dekat dengan sesama teman maupun Professor yang mengajar di University of Birmingham.

Hal paling menantang adalah mengenai sistem kuliah yang mungkin sedikit berbeda dengan Indonesia. Dulu sewaktu S1, Saya juga mengikuti program Kelas Internasional di HI UMY, namun ternyata disini sistemnya sangat berbeda. Disini Kami diharuskan membaca banyak buku dan membuat tugas dengan sangat hati-hati agar tidak terkena masalah plagiarisme.

Sistem pendidikan di Inggris sangat ketat dalam hal ini. Bahkan terdapat software yang dapat mendeteksi langsung jika kita melakukan copy paste dalam pengerjaan tugas, tentu saja ini akan berakibat fatal bagi nilai dan predikat kelulusan kita nantinya. Sewaktu S1, Saya jarang ke perpustakaan, namun di UK, perpustakaan adalah rumah kedua karena hampir setiap hari Saya berkunjung untuk mengerjakan tugas maupun mencari buku referensi.

Ketika menemui kesulitan dalam hal urusan perkuliahan, Saya biasa menemui academic tutor yang memang ditugaskan untuk membantu Kami jika terdapat gangguan teknis. Namun tidak jarang juga Saya dan beberapa teman memilih untuk bertemu sambil minum kopi sembari berdiskusi mengenai topik atau hal yang Kami rasa susah.


Apakah ada hal-hal tentang Inggris yang selama ini salah dipersepsikan oleh masyarakat Indonesia, menurut opini Mbak Masyithoh? 

Apa ya? Mungkin orang berpikir bahwa orang Inggris atau pada umumnya orang luar negeri adalah orang yang sombong atau susah diajak berinteraksi. Namun Saya rasa itu semua hanyalah masalah communication skill yang dimana kita memang harus menantang diri sendiri untuk bisa membaur dengan mereka, tapi tentunya dengan tidak melupakan jati diri kita sendiri sebagai bangsa Indonesia.


Bagaimana karakter mahasiswa-mahasiswa internasional di kampus Mbak Masyithoh? Apakah mereka friendly? Bagaimana supaya bisa berbaur dengan mereka, dengan melihat perbedaan budaya kita dan mereka?

Birmingham memiliki lebih dari 2000 international students yang tersebar di semua jurusan. Di jurusan Saya, HI, mayoritas adalah mahasiswa dari Eropa dan beberapa berasal dari Asia dan Timur Tengah. Sifat mereka pun bervariasi. Ada yang pendiam, suka membaur, dan lain-lain. Tapi Saya rasa semuanya baik dan sangat welcome terhadap kami sebagai orang Indonesia.

Saya punya pandangan bahwa di luar negeri adalah masa untuk membangun jaringan dan relasi seluas-luasnya. Bukan berarti Saya tidak mau membaur dengan sesama WNI, tapi Saya rasa salah satu bagian pokok diplomasi bangsa terletak pada kita sebagai WNI yang tersebar di banyak negara, bagaimana kita bisa membawa diri dan nama bangsa dengan baik di mata dunia.

Saya pribadi waktu ke UK membawa beberapa post card bergambar Indonesia dan beberapa souvenir yang bertuliskan nama Jogja. Saya gunakan hal tersebut untuk starting point dalam membangun relasi dengan rekan dari berbagai negara. Dan itu ternyata sangat efektif karena mereka jadi mengenal kita lebih mudah dan dekat.





Di manakah kira-kira pilihan jenis tempat tinggal terbaik di Birmingham menurut Mbak Masyithoh? Apakah di apartemen, asrama, atau lainnya? Dan bagaimana prosedur memesan tempat tinggal disana, berdasarkan pengalaman mbak. Karena tempat tinggal adalah hal yang menjadi pertimbangan pertama saat akan kuliah di luar negeri.

Hmmm, semua tempat sebenarnya nyaman disini. Birmingham hampir mirip dengan Jogja. Kotanya nyaman dan banyak pelajar yang menempuh studi di sini. Saat ini Saya tinggal di rumah bersama keluarga Indonesia yang sedang menempuh Ph.D di University of Birmingham juga. Lokasinya 20 menit ditempuh dengan jalan kaki untuk menuju ke kampus. Rata-rata disini orang berjalan kaki untuk ke kampus, bahkan jarang melihat motor dan mobil yang dipakai karena jarak yang dekat dan tentunya berjalan kaki lebih menyehatkan.

Universitas juga menyediakan university accomodation dengan tarif yang variatif. Rata-rata rumah dan university accomodation berupa apartement sudah dilengkapi dengan barang pokok seperti kasur, lemari, kompor gas, kulkas, dll. Harganya bervariasi tergantung model rumah atau furnishing-nya. Saran Saya kalau bingung mencari tempat tinggal, coba bergabung dengan grup atau milis PPI di negara yang kita tuju dan mintalah informasi disana karena pasti banyak akses informasi yang rekan-rekan PPI disana. Mereka pasti akan membantu merekomendasikan tempat tinggal untuk kita selama disana. Saya dulu juga melakukan hal yang sama.


Untuk biaya hidup nih mbak, porsi terbesar yang paling menguras dompet itu untuk porsi pengeluaran apa menurut mbak Masyithoh?

Porsi terbesar di tempat tinggal. Kisaran di Birmingham tempat tinggal adalah 250-600 pounds per bulan. Ada yang lebih juga sih, tapi rata-rata adalah dengan harga itu. Kalau masalah biaya sehari-hari seperti makan dan transport, Saya rasa lumayan relatif murah jika kita bisa melakukan manajemen dengan baik seperti menghindari jajan makanan diluar terlalu banyak dan lebih banyak memasak sendiri di rumah. Pengalaman pribadi, hehe.

Pulsa telepon dan harga bus atau kereta juga relatif terjangkau.


Apakah ada tips dan trik spesial untuk mendapatkan pemasukan tambahan selama kuliah di Inggris?

Banyak sekali peluang yang bisa kita ambil. Jika kita Ph.D, kita bisa melakukan kerja part time dengan menjadi asisten Professor yang sedang melakukan penelitian bersama kita dengan membantu mengoreksi ujian atau pekerjaan terkait lainnya. Peluang lain adalah bekerja di beberapa tempat seperti restoran atau hotel seperti yang banyak dilakukan beberapa rekan disini.

Di setiap kampus juga pasti memiliki career information center yang berisi informasi mengenai tawaran part time bagi mahasiswa. Namun kalau kita bisa melakukan saving pengeluaran dengan baik, insyaallah tetap bisa untuk menabung.


Ketika sedang masa kuliah, terus merasa kangen dengan Indonesia, entah itu makanannya, orang-orangnya, apa yang biasa Anda lakukan? Kegiatan apa yang bisa dilakukan selain kuliah?

Nah ini hal yang paling sering Saya rasakan di masa awal kuliah. Alhamdulillah lama kelamaan perasaan seperti itu akan hilang kok seiring dengan kesibukan dan interaksi dengan teman-teman yang semakin sering.



Kalau kangen dengan orang tua, Saya biasa menelepon, apalagi saat ini teknologi semakin mudah, ada Line atau Skype yang dapat sangat bermanfaat. Kalau makanan, Saya biasa membuat masakan sendiri jika tiba-tiba ingin makanan Indonesia yang tidak bisa dibeli disini seperti sop buntut sapi, rendang, dan lain-lain. Tapi jangan khawatir, mie instan favorit yang terkenal di Indonesia atau saos sambal juga bisa ditemukan kok disini :D


Mbak Masyithoh kan muslimah, apakah ada kesulitan dalam bergaul dengan masyarakat setempat? Mungkin ada cerita menarik tentang memakai jilbab di Inggris yang mbak alami, bisa diceritakan? 

Alhamdulillah disini banyak juga WN UK yang merupakan muslim, rata-rata adalah imigran yang berasal dari Pakistan maupun warga UK sendiri. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada halangan berarti dengan jilbab Saya.

Cerita menarik sebenarnya berhubungan dengan nama Saya yang terdapat nama marga Arab di belakang (Alkatiri). Satu minggu disini Saya membuka account bank dan minggu berikutnya Saya mendapat surat dan email pemberitahuan bahwa Saya tidak bisa menggunakan account Saya untuk sementara waktu dan pihak pemberi beasiswa pun tidak bisa mengirim, karena nama Saya dianggap mirip teroris atau pelanggar HAM berat dunia yang Saya sendiri pun juga tidak tahu siapa yang dimaksud :D

Tapi alhamdulillah semuanya bisa berhasil beres atas bantuan LPDP Kementerian Keuangan dan BRI yang berusaha melakukan komunikasi dengan bank disini mengenai status Saya sebagai mahasiswa dengan status government-funded dari Indonesia.

Saat Saya menceritakan hal ini kepada teman-teman Saya di kelas, mereka mencoba menghibur Saya dan di sisi lain juga dianggap lucu karena disini Saya sedang belajar mengenai International Security yang notabene mata kuiah yang Saya ambil berupa Terrorisme, Violence, Security Studies, etc. Namun Saya malah diduga teroris :D


Oke, menarik sekali ini. By the way, sudah kemana aja jalan-jalannya mbak? :D


Tiga bulan di Birmingham, Saya baru keliling Birmingham, Oxford, dan Liverpool. Sebenarnya sudah punya rencana mau pergi kemana-mana tapi karena banyak tugas yang menuntut deadline dalam waktu dekat ini, jadi Saya menunda untuk berjalan-jalan terlalu banyak dan merencanakan jalan-jalan saat nanti sudah libur di bulan Desember.


Menurut mbak, seberapa besarkah peran ‘memiliki pengalaman kuliah di luar negeri’ dalam dunia kerja sekarang ini?

Berdasar pengamatan yang Saya lihat dan rasakan sendiri, orang yang pernah bersekolah keluar negeri pasti memiliki jiwa yang tangguh dan tidak gampang menyerah. Kami selalu “dituntut” untuk melakukan yang terbaik dalam bidang akademik maupun praktek selama menempuh studi di kampus luar negeri.

Dalam dunia kerja, sangatlah penting kita memiliki kemampuan yang tidak hanya berupa hard skill namun juga soft skill, Saya rasa kuliah ke luar negeri merupakan pilihan yang tepat jika kita ingin melakukan self improvement  di dua bidang tersebut.


Hal hal apa saja yang dirasakan oleh Mbak Masyithoh karena bisa kuliah di LN? Lebih percaya diri, bisa memiliki pandangan yang optimis jauh ke depan tentang masa depan Indonesia? Atau hal positif apa yang Mbak Masyithoh pelajari selama belajar di Birmingham?

Traveling membuat kita semakin mandiri dan tentu saja memiliki cara pandang yang lebih luas. Kita harus belajar untuk bisa lebih menumbuhkan empati terhadap sesama karena disini Saya berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai negara dengan latar belakang suku, agama, pandangan yang berbeda.

Hal ini membuat kita semakin “kaya” dalam cara pandang karena perbedaan tersebut. Saya juga semakin optimisi bahwa Indonesia akan menjadi negara maju di masa depan. Hal ini dikarenakan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri (UK khususnya) sangatlah besar, mungkin lebih dari 1000 orang bahkan. Hal ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa.

Bangsa kita memiliki SDA dan SDM yang sangat berkualitas, semua hanya tinggal bagaimana kita mengelola dan berkontribusi nyata untuk kemajuan bangsa di masa depan.


Pertanyaan terakhir, Adakah nasehat dari Mbak Masyithoh untuk adik-adik yang masih sekolah atau sedang menempuh kuliah S1, yang memiliki impian kuliah di Inggris. Terutama di kampus mbak di Birmingham?

Satu hal yang jangan pernah hilang saat kita sedang berjuang menempuh cita-cita adalah impian kita. Saya dulu merasakan sendiri bahwa proses selama kurang lebih satu tahun untuk sampai disini lumayan menantang. Dimulai dari harus membagi waktu antara bekerja dan menyiapkan berkas pendukung kuliah maupun beasiswa, melakukan persiapan tes IELTS, dan persiapan teknis lainya. Semua harus dilakukan dengan manajemen waktu yang baik. Jika tujuan teman-teman adalah UK, persiapkan untuk tes IELTS jauh-jauh hari sebelumnya. Selain itu, rajin-rajin untuk selalu browsing baik berupa informasi beasiswa maupun sekolah.

Kunci pokok lainnya adalah do the best in everything. Saat menempuh tes IELTS, mengirim aplikasi ke University of Birmingham, saat mengikuti tes beasiswa LPDP, Saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Hasil akhir biarlah Tuhan yang menentukan, tapi itu pasti yang terbaik. Saya dulu tidak pernah berpikir ingin ke Birmingham, Saya cuma ikhtiar untuk ditunjukan yang terbaik. Cita-cita Saya dulu adalah ke Amerika. Namun Tuhan berkehendak lain, Saya melakukan aplikasi ke banyak kampus dan akhirnya Birmingham adalah pilihan yang terbaik yang Tuhan berikan.





Oya, aku tambahkan informasi, mengenai beasiswa yang aku ambil, LPDP.

Alhamdulillah Saya berkesempatan mendapat beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Program ini merupakan salah satu program beasiswa yang diberikan Pemerintah RI yang berasal dari dana abadi. Jadi, LPDP tidak mengenal sistem kuota dalam melakukan seleksi beasiswa. Semua orang dari latar belakang profesi apapun bisa mendaftar. Hal yang menarik lainnya adalah, LPDP memperbolehkan kita untuk mencari Letter of Acceptance selama rentang waktu satu tahun jika nantinya kita diterima beasiswa.

Setelah diterima beasiswa LPDP, Kami mengikuti rangkaian acara berupa PK (Persiapan Keberangkatan) yang terdiri dari sekitar 120 rekan sesama awardee yang akan menempuh pendidikan lanjut ke berbagai negara. Salah satu kesempatan yang sangat berharga dalam hidup Saya karena Saya dapat bertemu dengan banyak tokoh yang sangat mengispirasi dalam setiap sesi, dan juga tentu saja bertemu dengan sahabat-sahabt baru dengan berbagai pengalaman dan bidang ilmu yang membuat Saya belajar banyak dari mereka. Terima kasih LPDP!





Nah, kamu ingin diajarin bagaimana caranya bisa kuliah di Inggris bersama Mbak Masyithoh? Pas banget. Saat ini Mbak Masyithoh dan mahasiswa UK membuat program mentoring online kuliah di UK.

Dengan mengikuti program mentoring ini, kamu akan belajar banyak tentang :
  1. Gambaran umum kuliah di UK
  2. Panduan mencari kampus yang sesuai
  3. Panduan prosedur pendaftaran kampus di UK
  4. Panduan komunikasi dengan profesor
  5. Panduan mendapatkan LoA
  6. Panduan riset pencarian beasiswa
  7. Panduan prosedur pendaftaran beasiswa
  8. Panduan persiapan dokumen
  9. Panduan pembuatan CV
  10. Panduan penulisan motivation letter atau essay
  11. Panduan menghadapi dan melewati interview
  12. Panduan menjalani kehidupan dan studi di UK

Program Mentoring Kuliah di UK kita bagi menjadi 3 Part Product :
  • 84 Video Mentoring Interview dan Tips Langsung dari 4 Mahasiswa UK
  • Ebook Takedown UK berisi 365 Halaman
  • 7 Ebook Takedown UK berisi 2.840 Halaman

INILAH SEBAGIAN PREVIEW
Yang Akan Kamu Pelajari dari 84+ Video di Takedown UK




Video Mentorin ini kami sajikan untuk memberikan informasi yang lebih konkrit buat kamu. Dengan interview langsung ini, harapan kami ini akan menjadi informasi yang akurat tentang UK.
Apa yang kami gali lebih dalam dari interview dengan ratusan mahasiswa ini? Tidak lain adalah tentang pengalaman mereka, juga tips dan trik supaya bisa kuliah dan tinggal di United Kingdom.

8 EBOOK

EBOOK 1 : TAKEDOWN UK



Ebook Takedown UK adalah buku sakti yang akan mewujudkan mimpimu kuliah ke UK. Tidak hanya membantumu meraih mimpi, namun juga MENJAGA agar mimpimu ke luar negeri tercapai. Di dalamnya, terdapat informasi-informasi super lengkap tentang UK.


ISI EBOOK TAKEDOWN UK









EBOOK 2 : PREPARE EVERYTHING!

Penting sekali untuk diingat bahwa tidak semua orang beruntung memiliki kesempatan untuk berkuliah di Inggris. Telah kita ketahui bahwa Inggris memiliki universitas-universitas berkualitas dunia, yang tentunya tidak menerima sembarang orang. Belum lagi jika kamu mengincar universitas top di Inggris, seperti Oxford dan Cambridge. Kamu harus memiliki poin lebih agar kamu dinilai pantas untuk bisa menjadi mahasiswa di universitas-universitas di Inggris. Karena itulah, kamu membutuhkan persiapan, khususnya di bidang akademis.

Berani bermimpi kuliah ke Inggris berarti kamu berani untuk bersaing dengan orang-orang dari seluruh dunia. Perlu diingat, Inggris bukan hanya menjadi negara tujuan studi bagi pelajar asal Indonesia melainkan dari berbagai negara di seluruh dunia. Jika kamu tidak memiliki bekal akademis yang memenuhi kualifikasi, kamu akan kalah dengan mereka yang lebih siap dan matang secara akademis. Ingat!

Universitas-universitas di Inggris hanya menerima mereka yang berkualitas dan memenuhi kualifikasi. Maka dari itu, pantaskanlah dirimu sendiri. Bagi mereka yang akan melanjutkan kuliah ke Inggris dengan fasilitas beasiswa, ada persiapan khusus yang harus dilakukan. Nah, modul ini menjelaskan persiapan-persiapan yang harus kamu lakukan untuk bisa sukses kuliah di UK. Kamu bisa download sampelnya di sini.



EBOOK 3 : 120 TIPS & TRICKS HOW TO TAKE DOWN UK

Dalam modul ini, kamu akan belajar banyak tentang menguasai berbagai macam hal untuk meraih sukses di UK.

Di bagian pertama, kamu akan belajar tentang masa persiapan. Baik itu persiapan fisik, persiapan mental, persiapan berkas, persiapan skill, persiapan dana, dan persiapan lainnya untuk ke UK.

Di bagian kedua, kamu akan menjumpai tips-tips persiapan di masa apply kampus dan apply beasiswa. Setelah itu, di bagian ketiga kamu akan menjumpai puluhan tips untuk keberangkatan ke United Kingdom. Setelah itu tips beradaptasi di bulan-bulan pertama di UK, tips menjalani kuliah di kampus, tips menjalani kehidupan sehari-hari di luar kampus, tips traveling di UK, dan yang terakhir tips setelah wisuda atau sebelum kepulangan ke Indonesia. Kamu bisa download sampel modulnya di sini.



EBOOK 4 : MEMENANGKAN BEASISWA DI UK!

 Ini adalah salah satu modul terpenting dari Takedown UK. 

Modul ini berisikan tentang daftar 269 beasiswa yang bisa kamu gunakan untuk kuliah di UK.Di modul ini, kamu bukan hanya tahu nama beasiswanya saja, tetapi juga tahu apa saja persyaratannya dan bagaimana pendaftarannya. Sehingga kamu jadi tahu apa yang harus kamu siapkan supaya bisa dapat beasiswa. Juga, ini yang penting, ketika kamu gagal lolos beasiswa A, kamu bisa langsung ganti rencana PLAN-B dengan apply beasiswa lainnya.

Baca modul ini, maka kamu akan terpesona sendiri betapa banyaknya beasiswa yang ada. Modul Memenangkan Beasiswa di UK ini bisa kamu download sampelnya di sini.


EBOOK 5 : 60 UNIVERSITAS TERBAIK DI UK!

Modul yang ini adalah yang paling banyak halamannya. Informasi yang tersaji di modul ini akan sangat membantu kamu untuk menentukan akan kuliah di kampus mana nantinya di UK.

Ketersediaan jurusan, informasi program undergraduate, program master, dan program doktoral di setiap kampus hampir semuanya kami sajikan. Setiap universitas. 

Bukan hanya itu, di modul ini juga kamu akan mengetahui keunggulan-keunggulan setiap kampus. Sehingga nantinya kamu akan lebih mudah dalam menentukan kampus mana yang cocok dengan selera dan bidang study yang ingin kamu ambil. Modul ini bisa kamu download sampelnya di sini.



EBOOK 6 : TRALALALA

Mengapa memilih ke UK? Pertama karena kualitas pendidikannya top di dunia. Kedua, karena landspace kota-kotanya yang historical banget di UK. Ya, kuliah di luar negeri tidak bisa lepas dari yang namanya sambil traveling. Exploring the magnificent land of the British!

UK, yang terdiri dari Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, merupakan suatu kesatuan negara yang sangat luas untuk dijelajahi.

Oleh karena itulah, liburan pada masa kuliah di sini biasa dimanfaatkan para mahasiswanya untuk menjelajahi sebagaian belahan bumi utara ini.

Jangan sekali-kali buka sampel modul ini di link ini, karena kalau sudah buka, maka akan susah move on dari UK. Kepikiran UK terus jadinya.



EBOOK 7 : MEREKA BERCERITA

Ini adalah modul ke 6 spesial buat kamu. Mereka bercerita dari UK untuk kamu. Seringkali anak muda lebih mudah mendapatkan inspirasi dari sebuah cerita yang menggugah. Modul ini menyajikan 24 cerita jatuh bangun mewujudkan mimpi kuliah di UK. Sampel modulnya bisa kamu download di sini.


EBOOK BONUS : JURUS KULIAH KE INGGRIS

Hai, kamu ingin kuliah di Inggris? Adalah keputusan yang sangat tepat kalau kamu membaca modul ini.

Modul Jurus Kuliah ke Inggris ini adalah sebuah buku yang memaparkanmu tentang Inggris dan pendidikannya yang terus berkembang. Juga memaparkan tentang kiat-kiat untuk menjalani pendidikan di negeri tiga singa tersebut.

Modul ini bisa menjadi pedoman untuk mengenal Inggris lebih jauh, agar kamu tidak mengalami culture shock yang berlebih ketika datang ke sana.

Modul yang sedang kamu baca ini akan membantumu mengetahui lebih banyak tentang  kuliah  di  Inggris. Kamu bisa download sampelnya di sini.



PROFIL MENTOR + PENULIS

Sebelum kamu mengikuti mentoring ini, berikut adalah 4 mentor yang jatuh bangun mewujudkan mimpi kuliah ke UK.


Elioenai Sitepu. Usianya masih 25 tahun, namun pria energik dan multitalenta ini sudah mencicipi pahit manisnya  tahun  pertama sebagai mahasiswa S3, di bidang yang unik pula: Eksplorasi Luar Angkasa! Lihai  memainkan musik, easy going, dan cukup aktif beroganisasi (menjadi komandan lapangan kaderisasi, Ketua PPI Southampton saat S2, hingga menjadi Vice President di klub bola basket Cranfield University saat  ini), dirinya  pun  mampu merangkul  teman-temannya dari  berbagai  latar  belakang. Semakin  dalam  mengenalnya, semakin terkejut kami dibuatnya. Siapa  sangka,  pria  yang  selalu berambut  mohawk  warna-warni selama S1-nya di ITB ini, ternyata memiliki mimpi untuk membangun  panti asuhan dan sekolah  gratis. Dia tak pernah mau berhenti belajar, selalu ingin berbagi  dan berdampak untuk sekitarnya. Cool!


Miftachudin Arjuna. Ketua PPI United Kingdom periode 2011-2012. Saat mengajukan beasiswa, beliau berhasil diterima di beberapa program sekaligus. Setelah menyelesaikan program MA di Manchester University, Inggris, kini Miftah kembali aktif sebagai pengajar di Salatiga dan menjadi trainer TOEFL di berbagai pelatihan tingkat nasional. Perjuangannya sedari kecil sangatlah hebat. Dia paham betul bahwa manusia memiliki kekuatan tidak terbatas di dalam dirinya. Saat ini kisahnya sudah menginspirasi banyak orang untuk berani mengambil tindakan, berubah dan sukses, bagaimanapun kondisi mereka.


Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri. Wanita  cantik  berdarah  Jawa-Ambon  ini  merupakan  salah satu  penerima  beasiswa  LPDP, yang telah menyelesaikan studi master  jurusan  International Relations (Security) di University of Birmingham, United Kingdom.

Sebelumnya, ia berhasil menyelesaikan  S1-nya  di  Universitas Muhammadiyah  Yogyakarta (UMY)  jurusan  International Relation  (Hubungan  Internasional).  Saat  ini,  Masyithoh berkecimpung dalam  dunia pendidikan  dengan  menjadi dosen Fakultas Sosial dan Ilmu Politik,  Jurusan  Hubungan Internasional,  di  Universitas Muhammadiyah  Yogyakarta.

Wanita yang memiliki segudang pengalaman  konferensi  internasional  ini  sangat  ramah dan  murah  senyum.  Karena kesenangannya  berbagi  ilmu dan  pengalaman,  ia  bersama 3  teman  lainnya  saat  ini  telah berhasil  menyelesaikan  satu buku  yang  diharapkan  mampu menginspirasi  semua  sahabat-sahabat yang ingin kuliah di UK.



Adhitya Ryan Ramadhani. Koordinator Divisi Promosi dan Publikasi PPI Aberdeen periode 2014-2015.  Ryan  merupakan salah  satu  penerima  beasiswa LPDP  untuk  melanjutkan studinya  di  University  of Aberdeen,  Skotlandia.  Seusai menyelesaikan  studi  S2-nya, Ryan  bekerja  sebagai  dosen di  salah  satu  Perguruan  Tinggi Swasta  di  Jakarta,  di  usianya yang masih relatif muda. Pemuda yang ramah dan murah senyum ini  selalu  menekankan  arti penting  dari  pendidikan  serta perjuangan untuk meraih setiap mimpinya  sebagai  motivasi bagi  banyak  orang  yang  sudah membaca kisahnya. Melalui kisah inspiratitnya, dia selalu berpesan bahwa masa depan adalah milik mereka yang tidak pernah putus asa dalam meraih mimpi, tidak peduli bagaimana latar belakang orang tersebut.

Sekali Lagi...

Ilmu yang kamu dapatkan di Takedown UK ini tidak hanya omong kosong belaka. Dengan pengalaman pahit manis kuliah di UK dari 4 penulis diatas, kami dari Inspira Book ingin berbagi semangat kuliah ke UK kepadamu.




FAQ
Kenapa Mentoring Kuliah di UK dikemas dalam mentoring Online, bukan Offline?
Baik kak. Mengapa kami mengadakan mentoring Kuliah di UK ini secara online?
  • Yang pertama, agar materinya bisa kamu ulang, kapanpun kamu mau, supaya semakin paham, dan benar-benar ngerti caranya kuliah di UK.
  • Yang kedua, agar bisa kamu ikuti, walaupun jarakmu berkilo-kilo meter dari mentor. Gak usah pusing dengan tiket pesawat yang mahal dan waktu perjalanan yang lama. Karena semuanya online : Hemat waktu, hemat uang. Begitu kak, ada yang masih belum jelas? 😊
Mengapa Takedown UK dalam bentuk video dan ebook. Bukan dalam bentuk buku?
Untuk kuliah di UK banyak sekali ilmu dan informasi yang perlu kamu pelajari. Maka dari itu, 4 penulis kami sampai menyiapkan 3180 halaman. Kalau semuanya dicetak, maka harganya pasti mahal. Maka dari itu kami ciptakan produk digital berupa 84 video dan 8 ebook.

Lagi pula, dengan ebook dan video, kamu bisa mempelajarinya dimana saja, tanpa khawatir bukunya sobek dan sebagainya.

Kalo saya masih semester awal (1,3,5) gimana kak?
Bisa sekali, jadi untuk kuliah ke UK itu diperlukan persiapan yang sangat matang. Jadi, lebih awal mempersiapkannya akan lebih bagus karena peluang untuk mendapatkan beasiswanya semakin besar kak 😊, "

Kapan mentoring kuliah di UK nya dimulai?
Mentoring akan dimulai setelah kamu putuskan join di member.takedownuk.net. Karena beberapa saat setelahnya, kamu akan langsung mendapatkan akses ke member area, akses dimana 84 video tips dan trik dari mahasiswa UK berada, dan bisa kamu nikmati ilmu-ilmu yang sudah kami sharingkan disana, 😊

Murah ya 84 Video dan 8 Ebook harganya cuma 176 ribu saja?
Benar. Maka dari itu semakin cepat kamu mendaftar maka semakin besar peluang kamu untuk bisa kuliah di UK.

Bagaimana Cara Kerjanya User Area?
Nantinya kamu cukup mendaftarkan email untuk kemudian membuat username dan pasword kamu di website Inspira Book. Apabila sudah login, kamu akan masuk ke dalam user area dimana terdapat Video dan Ebook. User Area : http://member.takedownuk.net/login


Apakah User Area Ini merupakan Layanan Lifetime/ Seumur Hidup?
Sama seperti seluruh pelatihan atau kursus lain yang berbasis online, layanan seumur hidup merupakan konsep yang tidak mungkin pernah ada. Dan User Area Takedown UK bebas dari biaya perpanjangan setiap tahunnya.

Oke. Saya mau pesan sekarang juga. Bagaimana caranya?
Oke. Silahkan bisa mengetik : Nama (spasi) Pesan Takedown UK. Lalu kirim ke Whatsapp 0821-3700-8000.

Pembayarannya kemana?
Silahkan melakukan pembayaran senilai Rp 176.000,- ke salah satu rekening di bawah ini :
  • Bank BNI 058-5393-038
  • Bank BCA 169-017-2336
  • Bank Mandiri 137-00-1386552-8
Semua rek. a/n RIZQI AKBAR SYAH



INSPIRA BOOK
Jl. Patukan No.35, Gamping, Yogyakarta 55294
Website : www.inspirabook.com
Email : official.inspirabook@gmail.com


Scroll To Top